/*NoScript*/
#site-xp {z-index: 999;position:fixed;top:0;left:0;width:100%;height:100%;background-color:#000;margin:0;padding:0;}
#site-xp p {margin:0;padding:0;width:100%;color:#333;position:relative;top:40%;font:bold 18px/20px arial;text-align:center;text-shadow:none;}

Pantangan Makanan Untuk Penyakit Anemia

Pantangan Makanan Untuk Penyakit Anemia Yang Harus Di Hindari

Apakah saat ini anda sedang terserang penyakit anemia ? Ketahui dari sekarang mengenai penyakit anemia, gejala, beserta penyebabnya. Dan yang paling penting untuk mempercepat proses penyembuhan anda juga harus mengetahui mengenai Pantangan Makanan Untuk Penyakit Anemia yang harus di hindari.

Sekilas mengenai penyakit


Anemia merupakan berkurangnya jumlah sel darah merah atau kandungan hemoglobin di dalam darah. Hemoglobin (hb) adalah suatu senyawa protein pembawa oksigen di dalam sel darah merah. Sel darah merah diproduksi di sumsum tulang. Sebagai bahan baku diperlukan zat gizi dari makanan, termasuk berbagai vitamin (B2, B12) dan mineral (zat besi). Sel darah merah mengandung hemoglobin yang berperan dalam mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh. 

Tubuh memerlukan suplai oksigen untuk berfungsi. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang merupakan protein yang kayak dengan zat besi yang memberikannya warna merah. Banyak sel darah diproduksi oleh sumsum tulang belakang. Untuk dapat memproduksi sel darah merah dan hemoglobin, tubuh anda membutuhkan zat besi, mineral, protein dan vitamin lainnya dari makanan yang anda makan.

Penyebab anemia

Anemia terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu sedikit sel darah merah, kehilangan terlalu banyak sel darah merah atau mematikan sel darah merah lebih banyak daripada menggantinya. Beberapa jenis anemia dan penyebabnya adalah:

  • Iron deficiency anemia. Penyebab anemia jenis ini adalah kekurangan zat besi di tubuh. Sumsum tulang membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin. Tanpa zat besi yang cukup, tubuh tidak akan memproduksi cukup hemoglobin untuk sel darah merah.
  • Vitamin deficiency anemia. Sebagai tambahan dari zat besi, tubuh juga membutuhkan folat dan vitamin B-12 untuk menghasilkan cukup sel darah merah. Asupan makanan yang rendah zat tersebut dan nutrisi penting lain dapat menyebabkan penurunan produksi sel darah merah. Sebagai tambahan, beberapa orang tidak dapat dengan efektif menyerap vitamin B-12.
  • Anemia of chronic disease. Penyakit kronis tertentu, contohnya kanker dan HIV/AIDS. Dapat mempengaruhi produksi sel darah merah, menghasilkan anemia kronis. Gagal ginjal juga dapat menyebabkan anemia.
  • Aplastic anemia. Jenis ini sangat jarang terjadi dan merupakan kondisi yang mengancam jiwa. Ini disebabkan oleh berkurangnya kemampuan sumsum tulang belakang untuk menghasilkan ketiga jenis sel darah. Penyebabnya tidak diketahui.
  • Anemias associated with bone marrow disease. Kondisi seperti leukemia dan myelodysplasia dapat menyebabkan anemia yang menyebabkan produksi darah di sumsum tulang belakang berkurang.
  • Hemolytic anemias. Ini terjadi ketika sel darah merah hancur lebih cepat dan sumsum tulang belakang tidak mampu mengimbanginya dengan menghasilkan sel darah merah pengganti. Penyakit tertentu seperti gangguan pada darah dapat menjadi penyebab. Serta gangguan autoimun tubuh dapat menyebabkan tubuh menghasilkan antibodi terhadap sel darah merah sehingga menghancurkan sel darah merah.
  • Sickle cell anemia. Jenis anemia ini disebabkan oleh kecacatan bentuk hemoglobin yang membuat sel darah merah terbentuk seperti sabit. Sel darah merah ini mati secara prematur dan menyebabkan kondisi kronis kurangnya sel darah merah.
  • Anemia lain. Anemia jenis ini berbeda dari yang lain, antara lain thalassemia dan anemia yang disebabkan oleh kecacatan hemoglobin.

Gejala anemia

  • Kelopak mata pucat
  • Sering kelelahan
  • Sering mual
  • Skit kepala
  • Ujung jari pucat
  • Sesak nafas
  • Rambut rontok
  • Menurunnya kekebalan tubuh
  • Denyut jantung tidak teratur

Untuk menghindari penyakit anemia menjadi semakin parah anda juga harus mengatur pola hidup sehat seperti menghindari pantangan makanan untuk penyakit anemia. Dan disini kami akan memberikan sedikit penjelasan mengenai pantangan makanan untuk penyakit anemia.

Pantangan Makanan Untuk Penyakit Anemia


Anemia adalah penyakit kekurangan zat besi, yaitu penyakit gangguan gizi yang paling umu di duniamenurut hasil penelitian National Institutes of Kantor Kesehatan Dietary Supplements. Untuk mencegah terjadinya anemia, penuhilah kebutuhan zat besi kita. Para pakar kesehatan menganjurkan seali memenuhi kebutuhan zat besi. Anak-anak membuthkan zat besi antara 7 sampai 11 mg perhari mencakup anak laki-laki dan wanita. Sementara wanita dengan usia antara 19 sampai dengan 50 tahun membutuhkan asupan zat besi 18 mg perhari. Lain dengan wanita subur, waita subur membutuhkan zat besi lebih banayak karena banyak kehilangan darah ketikan mensturasi, dan laki-laki dan wanita yang berusia 51 tahun keatas membutuhkan asupan zat besi yaitu 8mg perhari. Lalu apa saja pantangan makanan untuk penderita anemia ? Silahkan anda simak pembahasannya berikut ini.

Makanan yang di larang di konsumsi oleh penderita anemia

  • Makanan yang mengandung lemak jenuh
  • Makanan yang mengandung lemak trans dan terhidrogenasi
  • Makanan cepat saji terutama makanan yang digoreng
  • Gula
  • Alkohol
  • Kafein
  • Dan makanan olahan

Solusi pengobatan untuk penyakit anemia

Untuk mengobati keluhan penyakit anemia disini kami merekomendasikan obat herbal Ace Maxs sebagai cara paling tepat dalam mengobati anemia secara alami tanpa efek samping, Ace Maxs terbuat dari bahan-bahan alami yakni dari kulit manggis dan daun sirsak. Kedua bahan ini di percaya ampuh dalam mengobati berbagai macam penyakit termasuk penyakit anemia. 
Untuk pemesanan >>Klik Disini<<

Itulah pembahasan sekilas mengenai pantangan makanan bagi penderita penyakit anemia. Semoga artikel pantangnan makanan untuk penyakit anemia di atas dapat bermanfaat untuk anda, salam sehat dan semoga lekas sembuh.


Sumber : Obat Ginjal Bengkak

0 komentar:

Poskan Komentar